Minggu, 27 Maret 2016

Bab 2

BAB II
Perkembangan dan klasifikasi akuntansi internasional
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.
Tantangan bagi profesi akuntan dalam pengembangan akuntansi :
o   Skill dan kompetensi yang dimiliki
o   Memahami Cross Functional Linkages, akuntan tidak hanya cukup mahir dalam teknik, prosedur dan standar akuntansi tetapi juga harus biasa memandang bisnis sebagai suatu bentuk terintegrasi. Seperti : kualitas produk, fleksibilitas produksi dan kemampuan untuk memproduksi dan mengekspor dengan cepat agar bisa memenangkan persaingan global
o   Analisis keuangan dan perbandingannya

Perkembangan Akuntansi Internasional sudah seharusnya diiringi oleh kemampuan individu yang bergerak dalam bidang akuntansi untuk ikut andil memajukan akuntansi. Akuntansi Internasional merupakan penghubung antarnegara. Delapan faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional harus dipahami dengan baik agar tercipta harmonisasi antarnegara yang bertransaksi.

Selain itu ada delapan (8) factor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu :
1)      Sumber pendanaan
Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, seperti Amerika Serikat akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Pengungkapan dilakukan sangat lengkap untuk memenuhi ketentuan kepemilikan public yang luas. Sebaliknya, dalam sistem berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus pada perlindungan kreditor melalui pengukurang akuntansi yang konservatif dalam meminimumkan pembayaran dividen dan menjaga pendanaan yang mencukupi dalam rangka perlindungan bagi para peminjam. Oleh karena lembaga keuangan memilki akses langsung terhadap informasi apa saja yang diinginkan, pengungkapan public yang luas dianggap tidak perlu. Contohnya adalah Jepang dan Swiss.

2)      Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) danhukum umum (kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap. Kodifikasi hukum utamanya diambil dari hukum Romawi dank ode Napoleon. Dalam Negara-negara yang menganut sistem kodifikasi hukum Latin-Romawi, hukum merupakan suatu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur. Kodifikasi standar dan prosedur akuntansi merupakan hal yang wajar dan sesuai di sana. Dengan demikian, di Negara-negara yang menganut kodifikasi hukum, aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap dan mencakupi banyak prosedur. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode lengkap. Tentu saja, terdapat hukum dasar, tetapi cenderung tidak terlalu detail dan lebih fleksibel bila dibandingkan dengan sistem kodifikasi umum. Hal ini mendorong usaha coba-coba dan memungkinkan penerapan pertimbangan. Hukum umum diambil dari kasus hukum Inggris. Pada kebanyakan Negara hukum umum, aturan akuntansi ditetapkan oleh organisasi professional sector swasta. Hal ini memungkinkan aturan akuntansi menjadi lebih adaptif dan inovatif. Kecuali untuk ketentuan dasar yang luas, kebanyakan aturan akuntansi tidak digabungkan secara langsung ke dalam hukum dasar. Kodifikasi hukum (kode hukum) cenderung terpaku pada muatan (isi) ekonominya. Sebagai contoh, sewa guna usaha di bawah aturan hukum umum biasanya tidak dikapitalisasi. Sebaliknya, sewa guna usaha di bawah hukum umum pada dasarnya dapat dikapitalisasi jika ia menjadi bagian dari pembeli property.

3)      Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Dengan kata lain, pajak keuangan dan pajak akuntansi adalah sama. Dalam kasus ini, sebagai contoh adalah kasus yang terjadi di Jerman dan Swedia. Di Negara lain seperti Belanda, akuntansi keuangan dan pajak berbeda: laba kena pajak pada dasarnya adalah laba akuntansi keuangan yang disesuaikan terhadap perbedaan-perbedaan dalam hukum pajak. Tentu saja, ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu. Penilaian persediaan menurut Masuk Terakhir Keluar Pertama (last-in, first-out- LIFO) di Amerika Serikat merupakan suatu contoh.

4)      Ikatan Politik dan Ekonomi
Faktor Politik & Ekonomi sangat mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional karena kebijakan pemerintah dan keadaan ekonomi saat itu di suatu negara dapat membuat akuntansi sulit berkembang. Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melaui penakhlukan, perdagangan dan kekuatan sejenis. Sistem pencatatan berpasangan (double-entry) yang berawal di Italia pada tahun 1400-an secara perlahan-lahan menyebar luas di Eropa bersamaan dengan gagasan-gagasan pembaruan (rannaissance) lainnya. Kolonialisme Inggris mengekspor akuntan dan konsep akuntansi di seluruh wilayah kekuasaan Inggris. Pendudukan Jerman selama perang dunia II menyebabkan Perancis menerapkan Plan Comptable. Amerika Serikat memaksa rezim pengatur akuntansi bergaya AS di Jepang setelah berakhirnya perang dunia II. Banyak Negara-negara berkembang menggunakan sistem akuntansi yang dikembangkan di tempat lain, entah karena dipaksakan kepada negara-negara tersebut (seperti India) atau karena pilihan mereka sendiri (seperti Negara-negara Eropa Timur sekarang meniru sistem akuntansi menurut aturan Uni Eropa (EU)
5)      Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.

6)      Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Pada gilirannya, jenis transaksi menentukan masalah akuntansi yang dihadapi. Sebagai contoh, kompensasi eksekutif perusahaan berbasis saham atau sekuritisasi asset merupakan sesuatu yang jarang terjadi dalam perekonomian dengan pasar modal yang kurang berkembang. Saat ini, banyak perekonomian industry berubah menjadi perekonomian jasa. Masalah akuntansi seperti penilaian asset tetap dan pencatatan depresiasi yang sangat relevan dalam sector manufaktur menjadi semakin kurang penting. Tantangan-tantangan akuntansi yang baru, seperti penilaian asset tidak berwujud dan sumber daya manusia semakin berkembang.

7)      Tingkat Pendidikan
Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Sebagai contoh pelaporan teknis yang kompleks mengenai varian perilaku biaya tidak akan berarti apa-apa, kecuali para pembaca memahami akuntansi biaya. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten. Pendidikan akuntansi yang professional sulit dicapai jika taraf pendidikan di suatu Negara secara umum juga rendah. Meksiko adalah salah satu contoh Negara di mana permasalahan ini telah berhasil ditanggulangi. Pada situasi lainnya, sebuah Negara harus mengimpor tenaga pelatihan atau mengirim warganya ke Negara lain untuk memperoleh kualifikasi yang layak. Hal terakhir inilah yang saat ini sedang diterapkan oleh Cina.

8)      Budaya
Di sini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variable budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara (seperti sistem hukum). Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai social):
o   individualism,
o   jarak kekuasaan,
o   penghindaran ketidakpastian, dan
o   maskulinitas. Analisis yang dilakukannya didasarkan pada data yang berasal dari para karyawan sebuah perusahaan multinasional besar dari AS yang beroperasi di 40 negara yang berbeda.
Secara singkat, individualism merupakan kecenderungan terhadap suatu tatanan social yang tersusun longgar dibandingkan terhadap tatanan yang tersusun ketat dan saling tergantung. Jarak kekuasaan adalah sejauh mana hierarki dan pembagian kekuasaan dalam suatu lembaga dan organisasi secara tidak adil dapat diterima. Penghindaran ketidakpastian adalah sejauh mana masyarakat tidak merasa nyaman dengan ambiguitas dan suatu masa depan yang tidak pasti. Maskulinitas adalah sejauh mana peran gender dibedakan serta kinerja dan pencapaian yang dapat dilihat (nilai-nilai maskulin yang tradisional) ditekankan daripada hubungan dan perhatian.
Berdasarkan hasil analisis Hofstede, Gray mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya dan akuntansi, Ia mengusulkan empat dimensi nilai akuntansiyang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara, yaitu:
a)      Profesionalisme versus ketetapan wajib pengendalian: preferensi terhadap pertimbangan profesional individu dan regulasi sendiri kalangan profesional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah ditentukan.
b)      Keseragaman versus fleksibilitas: preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam bereaksi terhadap suatu keadaan tertentu.
c)      Konservatisme versus optimisme: suatu preferensi dalam memilih pendekatan yang lebih bijak untuk mengukur dan mengatasi segala ketidakpastian di masa depan, daripada memilih pendekatan yang sekadar optimis namun beresiko.
d)     Kerahasiaan versus transparansi: preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.
Klasifikasi
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua kategori, yaitu:
1)    Pertimbangan: bergantung pada pengetahuan, intuisis dan pengalaman
2)    Secara Empiris: menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi.
Empat Pendekatan terhadap Perkembangan Akuntansi
1)    Berdasarkan pendekatan makroekonomi. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karena perusahaan bisnis mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional.
2)    Berdasarkan pendekatan mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang dimiliki
3)    Berdasarkan pendekatan disiplin independen. Akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan.
4)    Berdasarkan pendekatan yang seragam. Akuntansi distandarisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administratif oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan dan penyajian akan memudahkan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.



Sistem Hukum : Akuntansi Hukum Umum versus Kodifikasi Hukum
Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap “penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak.
Akuntansi dalam negara-negara yang menganut kodifikasi hukum memiliki karakteristik berorientasi legalistic, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.

Sistem Praktik : Akuntansi Penyajian Wajar versus Kepatuhan Hukum
Banyak perbedaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi semakin menghilang. Terdapat beberapa alasan untuk hal ini, yaitu:
1)    Pentingnya pasar saham sebagai sumber keuangan terasa semakin berkembang di dunia.
2)    Pelaporan keuangan ganda kini menjadi hal yang umum.
3)    Beberapa negara yang menganut kodifikasi hukum, secara khusus Jerman dan Jepang, mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemetintah kepada kelompok sector swasta yang professional dan independen.
Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti:
1)    Depresiasi, dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu asset selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) / jumlah yang ditentukan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum)
2)    Sewa guna usaha, yang memiliki substansi pembelian asset tetap (property) diperlakukan seperti sewa operasi yang biasa (kepatuhan hukum)
3)    Pensiun, dengan biaya yang diakui pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat anda berhenti bekerja (kepatuhan hukum)

Bab 1

AKUNTANSI INTERNASIONAL
(softskill)

Description: D:\Avi\all foto\Logo\logo ug.jpg
 









Oleh:

Indriyanti Srie Lestari
4EB07
23212726


Universitas Gunadarma
2016

BAB 1
Pendahuluan

Akuntansi merupakan peranan yang sangat penting dalam masyarakat. Sebagai cabang dari ilmu ekonomi, akuntansi menyediakan informasi mengenai perusahaan dan transaksinya untuk memfalitisasi keputusan alokasi sumber daya oleh para pengguna informasi tersebut. Akuntansi internasional, yang merupakan subjek buku ini, tidaklah berbeda dari peranan yang dimaksudkan. Yang membuat pelajaran ini beda adalah bahwa entitas yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinational company-MNC) dengan operasi dan transaksi yang melintasi batas-batas negara.
Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas: pengukuran, pengungkapan, dan pemeriksaan (auditing). Pengukuran adalah proses mengindentifikasikan, mengelompokkan, dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi. Pengungkapan adalah proses di mana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan. Auditing adalah proses di mana kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi. Apabila auditor internal adalah karyawan perusahaan yang bertaanggung jawab kepada manajemen, maka auditor eksternal adalah pihak bukan karyawan yang bertanggung jawab untuk melakukan atestasi bahwa laporan keuangan perusahaan disusun menurut standar akuntansi yang berlaku umum.

Dimensi internasional dari proses akuntansi yang baru dijelaskan merupakan sesuatu yang penting bagi mereka yang ingin mengelola suatu usaha atau memeroleh atau memasok pembiayaan melintasi batas-batas negara. Perbedaan-perbedaan dalam budaya, praktik bisnis, politik, dan perundang-undangan, system hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi local, risiko bisnis, dan hukum pajak seluruhnya mempengaruhi bagaimana MNC melakukan kegiatan operasi. 

Selasa, 02 Juni 2015

Tugas ke 3 Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2

Indonesia:
Terdapat empat cara dalam memerangi kecurangan, yaitu dengan pencegahan, pendeteksian dini, investigasi, dan tindakan hukum. Kedua poin pertama merupakan tindakan yang lebih efektif dan murah. Selain itu dalam memerangi kecurangan terdapat lima elemen penting, yaitu:
1. Top manajemen memberikan contoh perilaku yang tepat
2. Merekrut karyawan baru melalui proses penerimaan yang tepat
3. Mengkomunikasikan harapan-harapan mengenai
4. Membudayakan kejujuran meliputi pengembangan lingkungan yang positif.
5. Menerapkan kebijakan organisasi untuk menangani saat kasus fraud terjadi.

Translate to English:
There are four ways in the fight against fraud , by prevention , early detection , investigation and legal action . The first two points are more effective actions and inexpensive . In addition in the fight against fraud , there are five important elements , namely :
1. Top management provides an example of proper behavior
2. Recruiting new employees through the appropriate admissions process
3. Communicating expectations regarding
4. Cultivate honesty includes the development of a positive environment .
5. Apply the policy of the organization to handle the case when fraud occurs .

Sabtu, 30 Mei 2015

My Expectations

Indonesia:
Keinginan Ku
Suatu hari saya ingin menjadi apa yang saya cita-citakan. Saya ingin lulus dengan tepat waktu dengan hasil yang maksimal, membahagiakan kedua orang tua saya nanti, dan ingin mempunyai keluarga kecil bahagia kelak dikemudian hari. Menjadi orang yang sukses adalah suatu tujuan saya. Bekerja ditempat yang sesuai dengan kemauan saya, dengan pekerjaan dengan sesuai dengan keahlian saya, dan juga mendapatkan hasil yang saya inginkan juga. Semoga itu semua bisa terwujud agar saya dapa membahagiakan kedua orang tua saya nanti. Salah satu keinginan saya yang lain yaitu membawa mereka ke tanah suci Mekah. Dimana mereka bisa beribadah dengan taat disana. Semoga saja keinginan itu terwujud dengan proses yang tidak sulit. Dan saya ingin membina keluarga kecil nantinya. Dengan menikah dengan seorang laki-laki yang mencintai dan menyayangi saya, begitu pula sebaliknya. Sampai saat ini saya belum menemukan seorang yang pas untuk serius. Tetapi untuk saat ini saya hanya fokus pada studi kuliah saya. Dimana saya harus mendapat gelar sarjana S1 Ekonomi. Saya bangga kepada kedua orang tua saya karna telah mendidik saya hingg sampai saat ini. Saya pun berharap kelak dikemudian hari saya bisa membuat kedua orang tua saya bangga atas apa yang raih hingga saat ini. Dan nanti bila saat nya saya lepas (menikah) dengan orang tua, saya pasti merasa sangat sedih karna atas apa yang telah mereka berikan selama ini begitu tulus dan ikhlas. Maka dari itu saya ingin memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya. Dengan menjadi orang yang sukses, bekerja di perusahaan ternama. Dan semoga saja saya mendapat laki-laki yang seperti saya ingin kan, dan kelak saya menikah dan dikaruniai seorang anak, jasa kebaikan saya terhadap kedua orang tua saya tidak akan sirna.

Translate in English:
My Wishes
One day I want to be what I aspired. I want to graduate on time with maximum results, happy my parents later, and want to have a happy little family someday in the future. Being a successful person is one of my goals. Work place in accordance with my will, to work with in accordance with my expertise, and also get the result I want, too. Hopefully it can all come true for me to Dapa happy my parents later. One of my wishes is to bring them to the holy land of Mecca. Where they could worship there obediently. Hopefully, the desire was realized with the process is not difficult. And I want to build a small family later. With married to a man who loved and cared for me, and vice versa. To date I have not found one that fit to serious. But for now I just focus on my college studies. Where I had to get a college degree S1 Economics. I am proud of my parents had educated me because hingg until today. I also hope that someday in the future I can make my parents proud of what was achieved up to now. And later when I loose when his ( married ) parents , I certainly feel very sad because of what they have given so far is so genuine and sincere . So I want to give my best for my parents . By becoming a successful person , working in leading companies . And hopefully I got a man like I want it , and later I was married with a child , my good service to both my parents are not going to disappear .

Jumat, 08 Mei 2015

Modals Auxiliary Verbs



Modals Auxiliary Verbs

1.      (+) He can speak English well.
(-)  He cannot speak English well.   
(?)  Can he speak English well?

2.      (+) We will go to a movie.
(-)  We will not go to a movie.   
(?)  Will we go to a movie?

3.      (+) You must speak English.
(-)  You must not speak English.
(?)  Must you speak English?

4.      (+) You must study hard.
(-) You must not study hard
(?) Must you study hard?
5.      (+) You should hate him.
(-) You must not hate him
(?) Must you hate him?

6.      (+) You must skip school
(-) You must not skip school.
(?) Must you skip school?
7.      (+) You should do a diet.
(-) You should not a diet
      (?) Should you a diet?
8.      (+) He must be sick.  
(-) He must not be sick
(?) Must he be sick?

9.      (+) He may be sick.
      (-) He must not be sick                           
      (?) Must he be sick?

10.   (+) He might be sick
      (-) He must not be sick
      (?) Must he be sick?

Selasa, 05 Mei 2015

Future Tense



Future Tense
 
1)   (+) I Went to office yesterday.
      (-) I did not go to office yesterday.
      (?) Did you go to office yesterday? Yes, I did/No, I did not
 
2)   (+) My uncle bought a new car last month.
      (-) My uncle did not buy a new car last month
      (?) Did your uncle buy a new car last month? Yes, she did/No, She did not
 
3)   (+) Rona got up early last Monday.
      (-) Rona did not get up early last Monday.
(?)Did Rona get up early last Monday? Yes, he did/No, He did not
 
4)   (+) The boy played games in this room 10 minutes ago.
(-) The boy did not play games in this room 10 minutes ago.
(?) Did the boy play games in this room 10 minutes ago? Yes, he did/ No, he did not
 
5        (+) I will be watching a movie tonight 
      (-) I will not be watching a movie tonight 
      (?) Will you be watching a movie tonight? 
 
6        (+) I will be reading a magazine tomorrow 
(-) I will not be reading a magazine tomorrow
(?) Will you be reading a magazine tomorrow? 

7        (+) We shall go together.
(-)  We shan't go together
(?)  Shall we go together?

8        (+) He will buy a new bag tomorrow.
(-) He won't buy a new bag tomorrow.
(?) Will he buy a new bag tomorrow?

9        (+) Diana will see a film tomorrow night.
(-) Diana won't see a film tomorrow night.
(?) Will Diana see a film tomorrow night?

10  (+) We shall study at the same class next month.
(-)  We shan't study at the same class next month.
 (?) Shall we study at the same class next month?